Postingan

INSPEKSI DALAM PENGELASAN

  Inspeksi las adalah kegiatan inspeksi pada sambungan las baik pada peralatan yang masih dalam tahap instalasi ( pemasangan ) , konstruksi ( pembuatan ) maupun fabrikasi ( perakitan ) , atau peralatan yang telah purna instalasi / konstruksi / fabrikasi namun belum pernah dioperasikan , maupun pada sambungan las dari peralatan yang sedang atau telah pernah dioperasikan atau peralatan lama yang diperbaiki atau dirubah , untuk menentukan apakah suatu tingkat mutu atau kondisi suatu sambungan las  telah memenuhi persyaratan spesifikasi , desain dan standard yang diacu . Judul diatas terdiri dari dua suku kata Inspeksi dan las yang masing masing artinya dapat dirinci dibawah ini . INSPEKSI Adalah langkah langkah untuk menentukan apakah suatu tingkat mutu atau kondisi bahan , peralatan , instalasi , konstruksi  dan fabrikasi telah memenuhi persyaratan spesifikasi , desain , atau standard yang diacu . Inspeksi meliputi langkah langkah : a) Pemeriksaan  , yang terdiri dar...

STANDARD PENERIMAAN & KETIDAK SESUAIAN UNTUK PERPIPAAN PADA ULTRASONIC TEST

Gambar
  1.   KLASIFIKASI INDIKASI       Indikasi yang dihasilkan oleh Uji Ultrasonic tidak harus merupakan cacat internal . Perubahan pada bentuk sambungan las akibat penyetelan pipa yang tidak tepat ( tinggi rendah ) , perubahan bentuk reinforcement ( penguat ) las baik sebelah luar maupun sebelah akar las , penirusan ujung pipa ,   dan perubahan moda gelombang ultrasonic , dapat menyebabkan timbulnya indikasi yang serupa dengan indikasi yang ditimbulkan oleh cacat   .        Indikasi linier adalah indikasi yang ukuran terbesarnya searah dengan panjang las . Indikasi ini biasanya diakibatkan oleh adanya cacat cacat :   penetrasi tidak sempurna ( IP ) , penetrasi kurang sempurna karena high low ( IPD ) , penetrasi silang yang kurang sempurna ( ICP ), fusi tidak sempurna ( IF ) , fusi tidak sempurna akibat lapis dingin internal ( internal cold lap ) ( IFD ) , ESI , retak ( C ) ,   undercut sisi capping  ...

STANDARD PENERIMAAN & KETIDAK SESUAIAN UNTUK PERPIPAAN PADA PENETRANT TEST

  1.    KLASIFIKASI INDIKASI .        Indikasi dngan ukuran ≤ 1/16 “ ( 2 mm ) dianggap tidak relevan ( tidak memenuhi syarat ) . Indikasi yang tampaknya tidak relevan namun jika berukuran besar   akan dianggap sebagai relevant , sampai penyelidikan   lebih jauh membuktikan bahwa indikasi tersebut benar suatu cacat atau bukan . Apabila ternyata indikasi tersebut tidak relevan maka indikasi lainnya yang serupa juga dianggap tidak relevan , sehingga karenanya tidak perlu diselidiki / diuji .        Indikasi linier adalah indikasi yang panjangnya   > 3 x lebarnya.     Indikasi dibulatkan ( rounded indication ) adalah indkasi yang panjangnya ≤ 3 x lebarnya .   2. STANDARD PENERIMAAN .   Indikasi relevan yang memenuhi criteria dibawah ini dipastikan berasal dari cacat dibawah permukaan   : 1)        Indikasi linier berupa retak bintang ...

STANDARD PENERIMAAN & KETIDAK SESUAIAN UNTUK PERPIPAAN PADA UJI BUTIR MAGNETIK

  1. KLASIFIKASI INDIKASI Indikasi pada pengujian magnetic particle belum tentu merupakan   cacat. Variasi sifat magnetic maupun metallurgic dapat menghasilkan indikasi yang serupa dengan indikasi akibat keberadaan cacat , sehingga karenanya tidak ada kaitannya dengan masalah penerimaan atau penolakan . Setiap indikasi   dengan ukuran maksimum 1/16” ( 1.6 mm ) atau kurang diklasifikasikan sebagai indikasi tidak relevan . Sebaliknya walaupun sepintas tampak sebagai indikasi tidak releven , namun jika ukurannya melebihi 1/16 “   dianggap sebagai indikasi relevan sambil menunggu pengujian lebih lanjut dengan menggunakan magnetic particle atau sarana NDT untuk meyakinkan bahwa indikasi tersebut benar berasal dari suatu cacat atau bukan , untuk itu permukaan benda harus digerinda halus terlebih dahulu Jika ternyata indikasi tersebut tidak relevan , maka indikasi yang mirip dianggap tidak relevan pula. Indikasi relevan adalah indikasi akibat keberadaan cacat dibawa...

RETAK DALAM PENGELASAN

Gambar
  RETAK TERDAPAT BANYAK SEKALI JENIS RETAK DAN PENYEBABNYA SEHINGGA UNTUK JELASNYA PERLU DIPAPARKAN SECARA UMUM DISINI.   RETAK DAPAT DIBAGI MENJADI :   1. RETAK DINGIN YAKNI RETAK YANG TERJADI PADA SUHU SEKITAR   300ยบ C   ( DIBAWAH TRANSFORMASI ) , YANG TERJADINYA PADA   O HINGGA KURANG LEBIH 48 JAM SETELAH PENGELASAN SELESAI , SEHINGGA LAZIM DISEBUT RETAK LAMBAT . JENIS RETAK DINGIN ADALAH RETAK MEMANJANG PADA BAHAN LAS , RETAK MELINTANG PADA BAHAN LAS , RETAK BAWAH KAMPUH ,   RETAK TAKIK ( NOTCH ) , DAN RETAK MIKRO. SEBABNYA ADALAH : (1) KANDUNGAN CARBON YANG CUKUP TINGGI ( CARBON EKUIVALENSI > 0.41% ) , (2) DIFUSI   HIDROGEN KEDAERAH LAS ,   (3) TEGANGAN SISA , DAN MATERIAL YANG TIDAK COCOK UNTUK DILASKAN SATU DENGAN LAINNYA ( INCOMPATIBLE DISSIMILAR METAL ). DARI ASPEK PELAKSANAAN PENGELASAN , RETAK DINGIN JUGA DAPAT DISEBABKAN OLEH : AMPER RENDAH , KECEPATAN LAS TERLALU TINGGI , KAMPUH TERCEMAR , ELEKTRODA LEMBAB , ...

LAS LISTRIK BUSUR TERLINDUNG ( SHIELDED METAL ARC WELDING ) S.M.A.W

Gambar
  Las adalah suatu penyambungan antara dua benda padat  , yang cocok satu dengan lainnya , melalui pencairan ( dilution ) dan perpaduan ( fusion ) , menggunakan panas.   Karenanya pengelasan memiliki persyaratan , yakni : 1)      Benda padat yang akan dilas harus dapat mencair. 2)      Pencairan tersebut harus disertai dengan perpaduan . Jadi , kayu , asbes , dan sejenisnya tidak dapat dilas karena tidak mecair oleh panas. Demikian pula solder tidak dapat disebut sebagai las , kerena yang mencair adalah timah putih saja , dan tidak terjadi perpaduan antara timah tersebut dengan bahan induk ( yang biasanya adalah seng , tembaga , kuningan , dll ) .   Es balok pada dasarnya dapat di “ las “ karena dapat mencair dan terpadu kembali satu dengan lainnya , demikian pula dengan sebagian besar jenis plastic . SMAW adalah salah satu jenis pengelasan yang menggunakan loncatan electron ( busur listrik ) sebagai sumber pana...