Postingan

Menampilkan postingan dengan label STANDARD PENERIMAAN

STANDARD PENERIMAAN & KETIDAK SESUAIAN UNTUK PERPIPAAN PADA ULTRASONIC TEST

Gambar
  1.   KLASIFIKASI INDIKASI       Indikasi yang dihasilkan oleh Uji Ultrasonic tidak harus merupakan cacat internal . Perubahan pada bentuk sambungan las akibat penyetelan pipa yang tidak tepat ( tinggi rendah ) , perubahan bentuk reinforcement ( penguat ) las baik sebelah luar maupun sebelah akar las , penirusan ujung pipa ,   dan perubahan moda gelombang ultrasonic , dapat menyebabkan timbulnya indikasi yang serupa dengan indikasi yang ditimbulkan oleh cacat   .        Indikasi linier adalah indikasi yang ukuran terbesarnya searah dengan panjang las . Indikasi ini biasanya diakibatkan oleh adanya cacat cacat :   penetrasi tidak sempurna ( IP ) , penetrasi kurang sempurna karena high low ( IPD ) , penetrasi silang yang kurang sempurna ( ICP ), fusi tidak sempurna ( IF ) , fusi tidak sempurna akibat lapis dingin internal ( internal cold lap ) ( IFD ) , ESI , retak ( C ) ,   undercut sisi capping  ...

STANDARD PENERIMAAN & KETIDAK SESUAIAN UNTUK PERPIPAAN PADA PENETRANT TEST

  1.    KLASIFIKASI INDIKASI .        Indikasi dngan ukuran ≤ 1/16 “ ( 2 mm ) dianggap tidak relevan ( tidak memenuhi syarat ) . Indikasi yang tampaknya tidak relevan namun jika berukuran besar   akan dianggap sebagai relevant , sampai penyelidikan   lebih jauh membuktikan bahwa indikasi tersebut benar suatu cacat atau bukan . Apabila ternyata indikasi tersebut tidak relevan maka indikasi lainnya yang serupa juga dianggap tidak relevan , sehingga karenanya tidak perlu diselidiki / diuji .        Indikasi linier adalah indikasi yang panjangnya   > 3 x lebarnya.     Indikasi dibulatkan ( rounded indication ) adalah indkasi yang panjangnya ≤ 3 x lebarnya .   2. STANDARD PENERIMAAN .   Indikasi relevan yang memenuhi criteria dibawah ini dipastikan berasal dari cacat dibawah permukaan   : 1)        Indikasi linier berupa retak bintang ...

STANDARD PENERIMAAN & KETIDAK SESUAIAN UNTUK PERPIPAAN PADA UJI BUTIR MAGNETIK

  1. KLASIFIKASI INDIKASI Indikasi pada pengujian magnetic particle belum tentu merupakan   cacat. Variasi sifat magnetic maupun metallurgic dapat menghasilkan indikasi yang serupa dengan indikasi akibat keberadaan cacat , sehingga karenanya tidak ada kaitannya dengan masalah penerimaan atau penolakan . Setiap indikasi   dengan ukuran maksimum 1/16” ( 1.6 mm ) atau kurang diklasifikasikan sebagai indikasi tidak relevan . Sebaliknya walaupun sepintas tampak sebagai indikasi tidak releven , namun jika ukurannya melebihi 1/16 “   dianggap sebagai indikasi relevan sambil menunggu pengujian lebih lanjut dengan menggunakan magnetic particle atau sarana NDT untuk meyakinkan bahwa indikasi tersebut benar berasal dari suatu cacat atau bukan , untuk itu permukaan benda harus digerinda halus terlebih dahulu Jika ternyata indikasi tersebut tidak relevan , maka indikasi yang mirip dianggap tidak relevan pula. Indikasi relevan adalah indikasi akibat keberadaan cacat dibawa...